Pentingnya SPM

Penetapan penjaminan mutu (quality assurance) bagi seluruh Perguruan Tinggi melalui Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi (SPM Dikti) telah lama diumumkan pemerintah. Berdasarkan Undang-undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, SPM Dikti ini meliputi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) atau yang lebih dikenal dengan Akreditasi. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dipandang sebagai salah satu solusi untuk menjawab berbagai permasalahan pendidikan tinggi di Indonesia. Selain itu, SPMI dianggap mampu untuk menjawab tantangan pendidikan tinggi.

UPM POLTEK YKPN

Unit Penjaminan Mutu Politeknik YKPN dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Direktur Akademi Akuntansi YKPN No. 29B/AA YKPN/SK. VII/2010 pada tanggal 10 Juli 2010, sehubungan dengan adanya perubahan institusi dari Akademi Akuntansi YKPN menjadi Politeknik YKPN sejak Tanggal 1 Desember 2021 sesuai dengan SK Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi No 193/D/OT/2001, maka Politeknik YKPN mengeluarkan Surat Keputusan Pembentukan Lembaga Unit Penjaminan Mutu Politeknik YKPN dengan Nomor SK 03C/Poltek-YKPN/SK.I/2021 dan menghapus SK Pembentukan Lembaga Unit Penjaminan Mutu sebelumnya. Unit Penjaminan Mutu Politeknik YKPN dibawah koordinasi langsung oleh Direktur dengan tugas utama adalah memastikan bahwa kebijakan, prosedur, aturan, dan standar-standar yang ditetapkan dilaksanakan dengan baik dan dipatuhi sebagaiman mestinya untuk mencapai Visi, Misi dan Tujuan Politeknik YKPN.